Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan, Anies Baswedan didampingi Gubernur Banten Rano Karno dan Bupati
Lebak Ita Octavia meresmikan pencanangan Gerakan Indonesia Membaca (GIM) dan
Gerakan Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Marjinal (GP3M) di Kampus La Tansa,
Lebak, Banten (31/3/2016). Kegiatan yang nantinya akan dilanjutkan di 30
kabupaten/kota di Indonesia ini merupakan salah satu wujud kepedulian
pemerintah terhadap pentingnya literasi bagi masyarakat.
Mendikbud Anies Baswedan
mengharapkan gerakan literasi ini nantinya tidak hanya baca, tulis, dan
berhitung. Ia berharap nantinya akan ada dorongan agar literasi tidak hanya
berhenti di tiga kompetensi tersebut sehingga generasi selanjutnya bisa menjadi
unggulan di masa depan.
“Bila kita ingin generasi masa depan menjadi pemenang, maka ada tiga hal yang harus dimiliki. Satu adalah literasi dasar; kedua, kompetensi utama; ketiga adalah karakter, “ tutur Mendikbud.
“Bila kita ingin generasi masa depan menjadi pemenang, maka ada tiga hal yang harus dimiliki. Satu adalah literasi dasar; kedua, kompetensi utama; ketiga adalah karakter, “ tutur Mendikbud.
Ia juga mengimbau para
orang tua untuk mengajak anak-anaknya agar gemar membaca. Diharapkan, tidak
hanya minat baca yang ditumbuhkan, tetapi juga daya baca.
“Jangan dibatasi bacanya,
selama yang dibaca adalah buku yang baik, majalah yang baik, biarkan mereka
membaca,” katanya.
Pencanangan Gerakan
Indonesia Membaca yang juga dihadiri oleh para relawan literasi dan warga Lebak
ini juga merupakan rangkaian program Pemerintah Provinsi Banten dalam menghapus
tunaaksara di provinsi tersebut. Sebagai catatan, pada tahun 2010, di Provinsi
Banten terdapat 218.000 orang yang tunaaksara, sedangkan di tahun 2016 ini
tersisa 51.000 orang.
Sementara itu terkait Gerakan Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Marjinal (GP3M), Mendikbud berharap melalui gerakan tersebut, kaum perempuan di seluruh Indonesia menjadi perempuan yang berdaya dan cerdas, yang bisa mengubah keluarga dan lingkungan sekitarnya.
“Perempuan adalah pilarnya sebuah bangsa. Bila perempuannya tercerdaskan, maka bangsanya tercerdaskan. Bila perempuannya maju, bangsanya maju,” ujarnya.
Sementara itu terkait Gerakan Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Marjinal (GP3M), Mendikbud berharap melalui gerakan tersebut, kaum perempuan di seluruh Indonesia menjadi perempuan yang berdaya dan cerdas, yang bisa mengubah keluarga dan lingkungan sekitarnya.
“Perempuan adalah pilarnya sebuah bangsa. Bila perempuannya tercerdaskan, maka bangsanya tercerdaskan. Bila perempuannya maju, bangsanya maju,” ujarnya.
Selain peresmian
pencanangan GIM dan GP3M, di dalam rangkaian acara tersebut juga ada pembacaan
testimoni dari warga belajar dan Deklarasi Gerakan Indonesia Membaca serta
Gerakan Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Marjinal. Kemudian, kesenian rampak
bedug yang dibawakan oleh anak-anak serta paduan suara turut memeriahkan
jalannya acara. Sementara itu di area luar gedung, berbagai jenis gerai pameran
telah berjajar siap menyambut para pengunjung yang hadir.
Sumber : http://www.kemdikbud.go.id
0 komentar:
Posting Komentar