Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Koordinator
Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani dan Mendikbud Anies Baswedan
menyambangi sekolah yang menggunakan Sistem Sekolah Aman Asap di Jambi. Sekolah
tersebut adalah SDN 181 Kelurahan Lebak Bandung, Kecamatan Jelutung, Kota
Jambi. Kunjungan Presiden ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Mendikbud
Anies Baswedan tiga hari sebelumnya.
Saat Mendikbud berkunjung ke SDN 181 Kelurahan Lebak
Bandung, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi pada 27 Oktober lalu, sekolah tersebut
belum dipasangi perangkat sekolah aman asap. Para siswa masih belajar di
ruangan menggunakan masker. Mendikbud lalu memutuskan menerapkan sistem sekolah
aman asap di sekolah tersebut.
Dia memberi nama sekolah tersebut sebagai sekolah aman asap
karena terbukti mampu menggunakan teknologi yang sangat sederhana dan bisa
dikerjakan oleh siapa saja. Teknologi sederhana itu juga mampu mengurangi
kepekatan asap dalam ruangan secara signifikan. Caranya dengan memasang kasa
dakron pada setiap lubang ventilasi ruangan, memasang kipas exhauster untuk
mengeluarkan udara kotor, dan memasang sistem aerasi pada akuarium yang ditaruh
di dalam ruangan.
Menurut penemunya, Profesor Zeily Nurachman dari Institut
Teknologi Bandung (ITB), kain kasa dakron (kain kasa yang biasa digunakan untuk
saringan aerasi akuarium) berguna untuk menangkap partikel-partikel asap yang
terbang di udara sehingga udara yang melewati kain kasa tersebut sudah dalam
keadaan bersih.
"Syaratnya, kasanya harus dibasahi. Gunanya basah, agar
partikel-partikel yang melewati pori-pori kain kasa tertangkap air dan menempel
pada kasa,” ujar profesor kimia dari ITB tersebut.
Sementara itu kipas exhauster (kipas yang biasa digunakan
untuk exhaust kamar mandi) dapat mengusir udara dari dalam ruangan kelas ke
luar kelas. Kemudian akuarium yang ada aerasinya berguna untuk menangkap
partikel-partikel mineral yang masih masuk ke dalam ruangan kelas.
"Tapi jangan lupa, akuariumnya harus diisi oleh
tumbuhan ganggang yang biasa kita dapatkan di kolam-kolam. Ganggang juga
berguna untuk menyerap CO2 dan memproduksi oksigen dalam ruangan. Oleh karena
itu akuarium perlu dipasang lampu ultraviolet agar fotosintesis terjadi,” kata
Zeily. Ia menambahkan, di samping akuarium juga sebaiknya diletakkan tanaman-tanaman
berdaun lebar agar fotosintesis semakin banyak.
Saat berkunjung ke SDN 181 Kota Jambi, Presiden Joko Widodo
masuk ke ruangan kelas yang dipasangi perangkat sekolah aman. “Bagaimana
udaranya?”, ujar Presiden. Siswa serentak menjawab, "Dingiiin!".
Bahkan Presiden membandingkan langsung antara ruang kelas yang dipasangi
perangkat sekolah aman asap dengan yang tidak. “Wah terasa beda ya, yang tadi
lebih seger udaranya,” kata Presiden saat pindah ke ruang kelas yang
tidak dipasangi perangkat sekolah aman asap.
Menteri Anies kemudian menjelaskan bahwa pemasangan alat ini
sangat membantu proses pembelajaran sekolah-sekolah yang terdampak asap.
"Uji coba sebelumnya kami sudah lakukan di salah satu sekolah di Padang.
Hasilnya dari yang semula udara di luar kelas ISPU sebesar 228, di ruang kelas
turun menjadi 78 yang merupakan zona aman untuk anak-anak. Oleh karena itu
sekarang kita terapkan di sini dan Pak Presiden sendiri langsung membuktikan,”
katanya.
0 komentar:
Posting Komentar